Keunggulan desinfeksi dan sterilisasi dari generator ozon
Waktu rilis:
Jul 16,2026
Penulis:
Efek sterilisasi ozon paling optimal pada kondisi kelembapan 70–80%, sedangkan efeknya menurun bila kelembapan berada di bawah 45%.
Efek sterilisasi ozon paling optimal pada kondisi kelembapan 70–80%, sedangkan efeknya menurun bila kelembapan di bawah 45%. Oleh karena itu, dalam penggunaan sehari-hari, khususnya di ruang dan bangsal steril pada fasilitas farmasi, perlu diperhatikan peningkatan kelembapan lingkungan yang tepat. Generator ozon yang digunakan untuk desinfeksi udara umumnya menggunakan mode pelepasan frekuensi tinggi berbahan keramik, yang memiliki keunggulan berupa struktur sederhana, kinerja andal, biaya operasional rendah, serta kemampuan pengaturan yang fleksibel.
Keunggulan desinfeksi dan sterilisasi dari generator ozon:
(1) Efisiensi: Disinfeksi dengan generator ozon tidak memerlukan bahan tambahan atau aditif lain. Selama proses disinfeksi, generator ozon menghasilkan sejumlah ozon yang menyebar secara merata, mencakup seluruh area, dan memiliki daya tembus yang baik dalam lingkungan yang relatif tertutup. Hal ini mampu mengatasi masalah titik-titik buta dalam disinfeksi menggunakan lampu ultraviolet serta mencapai disinfeksi dan sterilisasi yang menyeluruh, cepat, dan efisien. Selain itu, karena sifat sterilisasinya yang berspektrum luas, alat ini dapat membunuh berbagai mikroorganisme seperti bentuk reproduktif bakteri, spora, virus, jamur, dan spora protozoa, serta menghancurkan Clostridium botulinum, toksin, dan rickettsia. Pada saat yang sama, alat ini juga memiliki kemampuan kuat dalam menghilangkan bau jamur, bau amis, dan bau tak sedap.
(2) Tingkat kebersihan yang tinggi: Ozon dapat terurai secara alami menjadi oksigen di lingkungan, yang merupakan keunggulan unik ozon sebagai bahan desinfektan. Ozon dihasilkan dengan memanfaatkan oksigen yang ada di udara. Selama proses desinfeksi dan oksidasi, atom-atom oksigen berlebih (O) akan bergabung membentuk oksigen molekuler (O2) dalam waktu 30 menit, tanpa meninggalkan zat sisa apa pun. Hal ini mengatasi masalah pencemaran sekunder akibat residu pada proses desinfeksi dengan bahan kimia konvensional dan menghilangkan kebutuhan untuk melakukan pembersihan ulang setelah desinfeksi.
(3) Kenyamanan: Peralatan sterilisasi ozon umumnya dipasang di dalam ruangan atau pada sistem pendingin udara sentral, sistem pemurnian udara, maupun peralatan sterilisasi lainnya (seperti lemari desinfeksi dan sterilisasi berbasis ozon, pintu transfer, dan sebagainya). Pengaturan waktu pada peralatan sterilisasi ozon dapat diatur secara otomatis sesuai dengan konsentrasi dan durasi yang diperlukan untuk proses sterilisasi, sehingga mudah dioperasikan dan digunakan. Desinfeksi dengan fumigasi formaldehida dan asam etilena oksida memerlukan waktu yang lama, sementara desinfeksi menggunakan ozon dapat diaktifkan dan digunakan secara berkala setiap hari.
(4) Ekonomi: Melalui penerapan desinfeksi dan sterilisasi dengan ozon di berbagai fasilitas GMP industri farmasi, serta perbandingan penggunaan dan operasionalnya di unit-unit medis dan kesehatan, metode desinfeksi menggunakan ozon menawarkan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan dibandingkan metode-metode lain.
Keamanan desinfeksi udara dengan ozon. Keamanan ozon telah diuji secara ekstensif melalui eksperimen pada hewan maupun manusia, dengan rute paparan utama berupa inhalasi. Uji coba inhalasi yang dilakukan secara terus-menerus dan dalam jangka panjang menunjukkan bahwa ozon tidak bersifat karsinogenik (NTP, 1995); namun demikian, ozon memiliki efek stimulasi yang signifikan pada sistem pernapasan hewan maupun manusia, serta dapat memengaruhi fungsi pernapasan di lingkungan yang terpapar. Oleh karena itu, kami menyarankan penggunaan ozon untuk mendesinfeksi udara, yang sebaiknya dilakukan di lingkungan tanpa penghuni. Personel hanya diperbolehkan masuk setelah proses desinfeksi selesai selama setengah jam.
Kata kunci: